4 Hal Ini Merupakan Privasi dan Sebaiknya Tidak Diumbar di Media Sosial

Kerap kali kita tidak bisa memilah mana hal yang bisa diunggah ke media sosial dan mana yang merupakan privasi dan sebaiknya tidak diumbar di media sosial. Ketika semua seluk beluk kehidupan kamu unggah ke media sosial artinya kamu tidak lagi memiliki privasi atau dengan kata lain kamu membuka kehidupanmu lewat media sosial secara percuma.

Ingat, menjaga privasi dalam kehidupanmu artinya kamu menghargai dirimu sendiri. Kamu harus tahu bahwa ada dua kemungkinan respon yang akan kamu dapatkan ketika mengumbar privasi di media sosial.

Pertama, respon orang-orang yang menyukaimu bisa jadi mereka akan berusaha ikut campur dalam bentuk komentar dan lain sebagainya. Kedua, orang-orang yang tidak menyukaimu akan terganggu dan membuat mereka risih.

Nah, maka dari itu, supaya kamu bisa membedakan mana yang sebaiknya perlu kamu unggah dan mana yang tidak, Fimela.com kali ini akan mengulas 4 hal yang merupakan privasi dan sebaiknya tidak diumbar di media sosial. Untuk kamu yang mulai penasaran, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Rencana Besar dalam Hidupmu
Pertama, hal yang merupakan privasi dan sebaiknya tidak kamu umbar di media sosial ialah rencana besar dalam hidupmu yang sedang kamu persiapkan. Alasannya mudah saja, rencana tersebut tentang hidupmu dan akan mengundang bahaya jika ada orang yang tidak bertanggungjawab mengetahuinya.

Kemudian, hal tersebut masih berupa rencana yang sedang kamu persiapkan dan belum tentu terjadi. Alangkah lebih bijak jika kamu menjaganya untuk dirimu sendiri dan setelah hasilnya sesuai dengan rencana baru kamu unggah sebagai bukti pencapaian yang nyata. Hal yang dikhawatirkan ketika rencana tersebut langsung kamu unggah adalah kamu dianggap sebagai pembual semata.

Kehidupan Cinta dengan Pasangan
Kedua, hal lain yang juga merupakan privasi dan sebaiknya tidak diumbar di media sosial adalah kehidupan cintamu dengan pasangan. Seebenarnya ini pilihan dan kesepakatan antara kamu dan pasanganmu. Namun, alangkah lebih bijak untuk konsumsi pribadi saja, tidak perlu semuanya kamu umbar di media sosial.

Memiliki momen bahagia bersama pasangan lalu diunggah ke media sosial sah-sah saja, yang menjadi kurang pantas itu ketika kamu mengumbar masalahmu dengan pasangan ke media sosial. Jika kamu sudah cukup dewasa dan bisa menghargai privasimu dan pasangan, kamu pasti tahu bahwa hal tersebut sangat memalukan dan sebaiknya dihindari. Hal tersebut hanya akan membuat potretmu dan pasangan terlihat buruk.

Pemasukan atau Penghasilan
Ketiga, pemasukan atau penghasilan bulananmu juga merupakan privasi dan tidak sepatutnya kamu umbar di media sosial. Entah tujuannya untuk bercanda atau sekedar bersenang-senang saja di media sosial, namun jika kamu melakukannya maka kamu bisa dikatakan sebagai salah satu orang yang toxic.

Seberapapun besarannya, biarkan penghasilanmu menjadi konsumsi pribadimu saja. Pasalnya, ketika kamu mengumbar-umbar hal tersebut di media sosial maka respon yang akan kamu terima bisa beragam. Ada yang memakluminya karena mereka mengenalmu atau ada yang akan merasa terganggu lalu tidak menyukaimu hanya karena kamu memosting penghasilan bulananmu di media sosial.

Masalah Keluarga
Terakhir, hal yang juga merupakan bagian dari privasimu ialah masalah keluarga. Perihal ini sudah jelas sebaiknya kamu tidak mengumbarnya di media sosial karena masalah keluarga sebaiknya dijaga bukan diumbar. Lagipula tidak elok rasanya jika orang lain tahu banyak tentang masalah keluarga kita, hal tersebut dapat membuatmu dan juga keluargamu merasa malu.

Jika masalah keluarga terjadi, maka simpan hal itu rapat-rapat dari orang lain dan segera selesaikan masalah itu juga secara kekeluargaan. Tidak ada keuntungan yang kamu dapat jika mengumbar masalah keluarga di media sosial, yang ada unggahanmu hanya akan mendapat respon buruk bahkan memancing ujaran kebencian. (sumber : fimela.com)

Next Post

“Pasha Unggu” Tampil Rambut Pirang, Mendagri : Pejabat Harus Beri Contoh Beretika Dalam Penampilan Yang Baik

Sat Aug 1 , 2020
Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian turut berkomentar soal penampilan pejabat berambut pirang, Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau ‘Pasha Ungu’ Menurut Tito, seharusnya pejabat negara memberi contoh. “Memang, belum ada aturannya, tapi sebaiknya sebagai pejabat negara memberikan contoh etika yang baik,” kata Tito kepada wartawan […]

Headline

Category