Siantar Dilanda Banjir Besar, 1 Tewas, 77 Rumah Tergenang

SIANTAR – Selain menelan satu korban jiwa, 77 rumah di kelurahan Tanjung Pinggir dan Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba terendam banjir. Dua rusak berat dan satu hanyut. Kemudian, 24 ekor kambing yang akan dijadikan hewan kurban, tak terselamatkan. Sabtu (11/7) mulai jam 16.30 sampai jam 21.00 WIB Siantar diguyur hujan.

Informasi yang dihimpun, Minggu (12/7), dari 77 rumah terendam banjir itu, sebanyak 59 unit di Jalan Tambun Barat Kelurahan Tanjung Tongah yang hanya beberapa meter dari sungai Bah Sosopan. Kemudian, ada 2 unit yang rusak berat dan satu warung hanyut.

Selanjutnya, 19 rumah di Kelurahan Tanjung Pinggir terendam banjir dan satu hanyut ditelan banjir sungai Bah Paitan yang tak jauh dari jembatan dua. Sedangkan korban hanyut karena nekad menerobos banjir yang naik ke jembatan Tanjung Pinggir, tak jauh dari terminal sambil mengusung sepeda motor jenis mio miliknya.

Namun, saat berada di tengah jembatan, terbawa arus deras dan hilang di tengah arus, Sabtu (11/7) sekira jam 19.00 WIB. Pagi harinya, Minggu (12/7) sekira jam 08.00 WIB, korban berhasil ditemukan di sungai Bah Sosopan Kelurahan Tanjung Pinggir.

Selanjutnya, dievakuasi ke RSUD Dr Djasamen Saragih. Sementara, keretanya masih tetap dalam pencarian.

Lurah Tanjung Tongah, Hendri Gunawan Purba SH membenarkan ada 58 rumah tergenang banjir yang dihuni 64 kepala keluarga. Pada pagi harinya warga membersihkan air bercampur lumpur di rumah masing masing.
Lurah mengatakan banjir itu merupakan kiriman dari sungai Bah Paitan yang meluap di sungai Bah Sosopan. Bahkan, terbesar setelah 20 tahun terakhir.

“Malam itu petugas dari Babinsa, Bhabinkamtibmas dan dari Badan Penanggulangan Bencana cepat turun ke lokasi. Ada juga warga diungsikan pakai perahu karet dan diungsikan ke rumah yang lebih tinggi,” bebernya.

Terkait hanyutnya 24 ekor kambing, karena kandang kambing sebagai peliharaan warga yang sudah dipesan untuk dijadikan kurban, berada di tepi sungai Bah Sosopan. Untuk itu, akan dilakukan musyawarah. Karena, kambing hilang karena bencana banjir.

Selain kambing, puluhan ekor ayam peliharaan warga juga hanyut. Sedangkan kerugian akibat banjir masih ditaksasi. Karena, berapa banyak barang-barang elektronik milik warga yang rusak sedang dihimpun. Demikian juga dengan kerusakan rumah dan tembok yang rubuh.

Sementara, Dedy Setiawan sebagai Kadis Lingkungan Hidup Kota Siantar sudah mengerahkan personil dan pengangkutan untuk mengangkut sampah bekas banjir. Kemudian, ada 6 mobil pemadam kebakaran milik Pemko tiba di lokasi untuk menyemprotkan air membersihkan lumpur di sekitar pemukiman. Dibantu personil Brimob Kompi 2 Yon B. (sumber : satuhatisumut.com)

Next Post

Hana Hanifah Dikabarkan Ditahan di Medan Karena Kasus Prostitusi Online, Pengacara Buka Suara

Mon Jul 13 , 2020
Pagi ini, jagad hiburan heboh dengan berita ditangkapnya artis inisial HH. Aktris yang diduga sebagai Hana Hanifah itu ditahan Kepolisian Medan karena kasus prostitusi online. Soal dugaan penangkapan ini, polisi baru mengeluarkan inisial HH saja. Tetapi pengacara Hana, Machi Ahmad yang mengurus kasus kekerasan yang dialami oleh sang aktris, membenarkan […]

Headline

Category