Jalani CMB, Nazaruddin Bisa Kembali Dijebloskan ke Bui Kalau Berperilaku Buruk

BANDUNG – Terpidana kasus korupsi proyek wisma atlet Hambalang M Nazaruddin tengah menjalani cuti menjelang bebas (CMB). Nazaruddin bisa kembali dibui bila berperilaku buruk selama CMB.

“Dipastikan kalau dia melanggar peraturan selama CMB, jangankan melanggar hukum, berperilaku tidak baik saja kita bisa cabut CMB-nya,” ucap Budiana, pembimbing Nazaruddin dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bandung di kantornya, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu (17/6/2020).

Budiana mengatakan bila CMB tersebut dicabut, secara otomatis mantan bendahara umum Partai Demokrat itu akan dikembalikan ke Lapas Sukamiskin. Nazaruddin akan menjalani sisa hukuman hingga bebas murni pada 13 Agustus 2020.

“Masuk lagi ke dalam lapas selama dia mendapat CMB, selama dua bulan, sampai dia mendapat bebas murni,” katanya.

Selain itu, Nazaruddin juga dilarang bepergian ke luar negeri selama menjalani CMB. Adapun bepergian ke luar negeri harus mendapat izin dari Menteri Hukum dan HAM.

“Selama CMB dia tidak boleh bepergian ke luar negeri kecuali ada seizin Kemenkum HAM. Jadi dia harus mengajukan perizinannya dulu,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Bapas Bandung Bambang Ludiro menambahkan selama CMB, Nazaruddin mendapat pengawasan langsung dari Bapas Bandung sesuai domisili penjamin. Dia mengharapkan agar Nazaruddin dapat mentaati segala peraturan selama CMB.

“Sebetulnya dengan masa dua bulan itu diharapkan sama-sama melaksanakan sesuai dengan keputusan CMB,” ujar Bambang.

Nazaruddin dipidana kurungan selama 13 tahun untuk 2 kasus. Terkait kasus yang menjeratnya, Nazaruddin telah menjadi JC dan mendapat remisi.

Kasus pertama yang menjerat Nazaruddin yaitu kasus suap wisma atlet di mana Nazaruddin terbukti menerima suap Rp 4,6 miliar dari mantan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (DGI) M El Idris. Vonis 4 tahun 10 bulan dan denda Rp 200 juta dibebankan pada Nazaruddin pada 20 April 2012. Namun vonis itu diperberat Mahkamah Agung (MA) menjadi 7 tahun dan denda Rp 300 juta.

Kemudian kasus kedua yaitu berkaitan dengan gratifikasi dan pencucian uang. Dia divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar karena terbukti secara sah dan meyakinkan menerima gratifikasi dan melakukan pencucian uang dari PT DGI dan PT Nindya Karya untuk sejumlah proyek yang jumlahnya mencapai Rp 40,37 miliar.

Nazaruddin pun sudah bebas. Dia menjalani CMB berdasarkan surat keputusan Menteri Hukumndan HAM RI nomor : PAS-738.PK.01.04.06 tahun 2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang cuti menjelang bebas atas nama Muhammad Nazaruddin bin Latief (alm).

“Pada hari Minggu, 14 Juni 2020, dikeluarkan satu orang WBP (warga binaan pemasyarakatan) atas nama M Nazaruddin untuk melaksanakan cuti menjelang bebas,” ucap Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jabar Abdul Aris via pesan singkat, Selasa (16/6/2020).(sumber : satuhatisumut.com)

Next Post

Edy Rahmayadi Itu Sosok Yang Peduli Dan Bertangan Dingin

Thu Jun 18 , 2020
 Medan : Di tengah situasi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) ini, masyarakat Sumatera Utara (Sumut) harus bersatu dan saling mendukung agar virus ini segera berlalu. Rencana Pemprov Sumut menerapkan tatanan hidup baru menuju normal (New Normal) adalah salah satu terobosan Gubsu Edy Rahmayadi. “Insyaallah kalau ini berjalan lancar, nanti kita kaji […]

Headline

Category