Dosen Teknik UMSU Sosialisasikan Alat Penentu Arah Kiblat Kepada Masyarakat

Deliserdang : Tiga peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan belum lama ini melakukan penelitian dan menemukan alat sebagai pendeteksi arah mata angin dengan menggunakan sensor HMC 5883L terhubung ke microcontroller arduino mega sebagai processor.

Alat ini, menurut dosen FT UMSU Sudirman Lubis, dinilai mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan pergeseran magnet bumi. Dia mengatakan bahwa fenomena turunnya salju di kota Mekkah belum lama ini termasuk turut mempengaruhi adanya fenomena pergesaran magnet bumi.

Dengan demikian, ungkapnya, alat ini dapat secara otomatis mendeteksi dan menentukan arah mata angin dan letak posisi kiblat di Mekkah, Arab Saudi, secara akurat.

“Dalam 10 tahun terakhir pergeseran magnet bumi semakin bertambah, tentu ini sangat berpengaruh terhadap arah dan letak sebuah posisi seperti arah kiblat di Kabah, Kota Mekkah, Arab Saudi. Tentu ini sangat penting pengaruhnya bagi ummat muslim untuk mereka melaksanakan ibadah sholat,” kata Sudirman Lubis, Ketua Tim Peneliti FT UMSU, dalam acara pengabdian masyarakat di hadapan kelompok masyarakat di Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang,Sumatera Utara, Selasa (16/6/2020) siang.

Menurut Sudirman, keuntungan menggunakan alat sensor ini adalah tingkat keakurasian yang tinggi dalam mendeteksi arah mata angina maupun arah Kiblat.

“Alat ini hanya membutuhkan arus yang rendah yakni 5 Volt 1 Amper saja. Selain itu alat ini dapat beroperasi tanpa mesti menggunakan jaringan internet, dan alat ini dapat menyesuaikan diri pada lokasi tempatnya,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa alat ini sangat bermanfaat digunakan di mana saja, termasuk di tengah hutan sekalipun ketika kita hendak melaksanakan sholat namun tidak tahu persis dimana arah dan letak Kiblat.

“Alat sensor ini tidak seperti alat komunikasi android yang tergantung kepada akses dan jaringan internet. Karena tidak tergantung dengan akses dan jaringan internet, maka alat sensor ini dapat digunakan mencari posisi arah Kiblat yang benar dan akurat,” kata Sudirman.

Untuk itu, Sudirman bersama dua dosen FT UMSU lainnya, merasa terpanggil melakukan sosialisasi untuk melakukan penerapan alat sensor ini di tengah-tengah masyarakat di masa pandemic Covid-19 yang sulit diprediksi kapan berakhirnya ini.

“Kami melakukan penelitian tentang alat sensor ini, kemudian kami aplikasikan hasil penelitian kami ini kepada masyarakat agar di masa pandemi Covid-19 ini, alat sensor penentu arah Kiblat ini dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat muslim secara luas. Apalagi yang kesulitan mencari dan menentukan arah Kiblat yang akurat pada saat melakukan ibadah sholat di rumah,” paparnya.

Acara pengabdian masyarakat ini merupakan satu dari tiga kegiatan rutin perguruan tinggi dalam rangkaian memenuhi kewajiban para dosen melaksanakan pengajaran dan penelitian dalam konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sudirman didampingi dua anggota peneliti lainnya yakni Partaonan Harahap, Faisal Irsan Pasaribu, dan Wawan Septiawan Damanik (operator) mengharapkan masyarakat khususnya kaum muslimin di Indonesia dapat memanfaatkan alat sensor penentu arah Kiblat ini dengan mengikuti pelatihan cara pengoperasian dan penggunaannya.

“Kami menawarkan kepada peserta yang hadir dalam acara pengabdian masyarakat ini, jika ada masjid atau mushola yang ingin diukur kembali arah Kiblatnya, kami siap mendampingi dalam proses pengukuran dengan menggunakan alat sensor ini,” ujarnya. (sumber : mediasumutku.com)

Next Post

Manfaat Face Shield Dibandingkan Masker untuk Mencegah Infeksi Virus Corona

Thu Jun 18 , 2020
Setelah masker, sekarang face shield atau pelindung wajah juga mulai banyak dikenakan. Face shield dianggap lebih nyaman dan lebih mudah dikenakan atau dilepas, serta dapat memberikan perlindungan lebih dari infeksi virus Corona. Dalam sebuah studi di Journal of Occupational and Hygiene Environment 2014, para peneliti pernah melakukan penelitian terbatas mengenai […]

Headline

Category