Ribut Soal Anggaran Covid-19, Ketua Perkumpulan De14 Geleng Kepala

Medan – Ramainya berita tentang anggaran harga sembako yang dituding telah terjadi mark up, membuat sejumlah pihak menjadi gerah. Apalagi yang meributkan hal tersebut adalah anggota dewan yang seharusnya ikut membantu mendisitribusikan paket sembako untuk ke masyarakat, sehingga penanganannya tepat sasaran.

Termasuk tokoh muda yang satu ini, Muhri Fauzi Hafiz. Ketua Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 ini mengaku terusik karena yang dihebohkan oleh Anggota DPRD Sumut bukan masalah penanganan terhadap korban yang terdampak covid-19, tetapi malah soal anggaran.

“Semestinya jangan soal anggaran yang diutamakan, tetapi seharusnya dibantu proses distribusi agar semua sampai pada sasaran dan masyarakat terbantu. Soal anggaran, nanti. Urus dulu rakyat, agar mampu bertahan di tengah wabah corona yang masih merajalela sampai sekarang,” sebut Muhri Fauzi Hafiz, sembari mengaku prihatin dengan berita-berita yang muncul menyebutkan telah terjadi mark up harga sembako di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara.

Salah satu contohnya, dilontarkan oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Ziera Salim Ritonga yang menyebutkan, pengadaan sembako untuk bantuan masyarakat terdampak Covid-19 yang ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut dinilai terlalu mahal dan diluar kewajaran. Dia menuding anggaran untuk pengadaan tersebut dimarkup lebih dari Rp15,8 miliar.(japs)(sumber : mediasumutku.com)

Next Post

Ketersediaan Pangan di Sumut Cukup Hadapi Pandemi Covid-19

Tue May 19 , 2020
MEDAN – Ketersediaan pangan bahan pokok untuk mencukupi konsumsi masyarakat Sumatera Utara (Sumut) dipastikan cukup, bahkan hingga tiga bulan ke depan. Untuk itu, masyarakat diminta tidak khawatir dan panik di tengah pandemi. Hal ini disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melalui Plt Kadis Kominfo Sumut Irman yang didampingi Kepala Bulog Sumut […]

Headline

Category