Denda 100juta hingga hukuman penjara akan diberikan kepada masyarakat yang masih nekat mudik

Juru Bicara Kementrian Perhubungan menyampaikan, ada sanksi bagi warga yang nekat mudik.

Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Ia menyampaikan, pihaknya akan menerapkan sanksi secara bertahap, dan sudah diberlakukan sejak Jumat (24/4/2020) lalu.
Pemudik yang melewati pemeriksaan petugas di wilayah zona merah atau yang, akan disuruh putar balik.

Kami terapkan sanksi (larangan mudik) secara bertahap. Bagi pemudik yang melewati batas-batas yang tak boleh dilewati, di check point mereka akan disuruh putar balik,” ujar Juru Bicara Menteri Perhubungan tersebut, dikutip dari, Kamis (23/4/2020).

Ia menyampaikan, pada Kamis (7/5/2020) pemudik yang nekat akan mulai dikenai denda hingga Rp 100 juta.

“Akan dilakukan secara bertahap hingga penuh sampai 7 Mei 2020, di situ penerapan pada puncak.”

“Kami akan menerapkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018. Di dalam pasal 93 disebutkan, ada batasan maksimal 100 juta,” ujarnya.

Jubir Menteri Perhubungan menegaskan, Kemenhub akan memberi sanksi yang tegas, untuk mencegah warga mudik lebaran.
Mengingat, kegiatan mudik bisa menyebarkan virus corona lebih luas ke berbagai daerah.

Kami sepakat, apabila ini (larangan mudik) dilanggar dan tidak diberi sanksi yang keras, memang bahayanya pada keselamatan masyarakat.”

“Larangan mudik ini kan untuk mencegah orang keluar dari zona merah dan PSBB yang punya potensi luas lagi penularannya.”
“Kami tidak akan menolerin, kecuali petugas kesehatan, ambulans,”

Sanksi berupa denda hingga Rp 100 juta atau kurungan satu tahun penjara itu akan berlaku hingga 31 Mei 2020.

“Sanksi persuasif akan diberlakukan mulai 24 April hingga 7 Mei, dengan meminta putar balik,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Staf Ahli Hukum Menteri Perhubungan (Menhub), Umar Aris.

“Kalau yang awal ini kan persuasif disuruh pulang saja, setelah tanggal 7 sampai 31 Mei 2020 akan mengikuti Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 yang sudah tertulis dalam Pasal 93 bahwa sanksi yang terberat itu adalah denda Rp 100 juta dan kurungan penjara selama satu tahun, perlu diingat itu ancaman hukuman,” ujar Umar.

Berdasarkan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020, petugas kepolisian hanya akan memberi peringatan ringan hingga 7 Mei 2020.
Petugas akan menerapkan sanksi secara efektif pada 8 Mei hingga 31 Mei 2020.

Jadi Mari taati peraturan dan anjuran pemerintah ya demi keselamatan dan keamanan kita semua .(sumber : satuhatisumut.com)

Next Post

Sang Maestro Campursari Didi Kempot Meninggal Dunia

Wed May 6 , 2020
JAKARTA – Kabar duka kembali datang dari dunia musik Indonesia. Maestro campur sari Dionisius Prasetyo alias Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020) pagi. Kabar meninggalnya pelantun “Pamer Bojo” itu diketahui pertama kali dari pesan yang beredar. Dikabarkan Didi kempot meninggal dunia pada pukul 07.45 WIB. Didi Kempot meninggal dunia […]

Headline

Category