Gubernur Sebut Berbagai Dampak Covid-19 Harus Diantisipasi

DELISERDANG – Simulasi Tactical Floor Game (TFG) Operasi (Ops) Aman Nusa II Toba 2020 Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) digelar di Mini GOR Futsal Disporasu, Jalan Williem Iskandar Kabupaten Deliserdang, Rabu (22/4).

Turut hadir dalam simulasi tersebut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Pangdam I/BB Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Panglima Kosekhanudnas III Marsekal Pertama TNI Djohn Amarul, Kabinda Sumut Ruruh A Setyawibawa, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, mewakili Danlantamal I Belawan dan mewakili Lanud Soewondo.

Gubernur Edy Rahmayadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya simulasi yang dilakukan oleh Polda Sumut dan seluruh pihak terkait. Covid-19 yang merebak di dunia saat ini merupakan fenomena baru yang harus diantisipasi dampaknya secara keseluruhan.

“Covid-19 ini sesuatu yang baru untuk kita semua. Bukan hanya harus menghadapi virus itu sendiri, namun dampak-dampak turunan yang dihasilkan juga harus kita waspadai. Untuk itu, simulasi seperti ini sangat penting, sebagai bentuk kesiapsiagaan pengamanan,” ujarnya.

Edy berpesan agar aparat yang terlibat memperhatikan dengan benar simulasi yang dilakukan. Sehingga, saat di lapangan nantinya mengerti dan paham dengan tugas yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

“Kerja sama yang paling kita butuhkan saat ini. Kita masing-masing bertugas sesuai peran, termasuk masyarakat untuk disiplin dengan aturan dan protokol penanganan Covid-19. Jika tidak, wabah ini bisa lebih lama dan dampak ekonomi, sosial, keamanan dan lainnya juga mengikut,” ungkapnya.

Pangdam I/BB M Sabrar Fadhilah juga menyampaikan apresiasi kepada Polda Sumut atas pelaksanaan TFG Ops Aman Nusa II Toba 2020 Penanganan Covid-19. Senada dengan pernyataan Gubernur Edy, Sabrar menilai bahwa Covid-19 sebagai sesuatu yang baru, belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. Untuk itu, langkah-langkah antisipatif melalui simulasi hari ini sangat penting untuk dilakukan.

Kapolda Sumut Martuani Sormin menjelaskan bahwa TFG merupakan salah satu standar sebuah operasi yang berperan penting untuk menentukan keberhasilan sistem pengamanan. “Saya harap seluruh komandan satuan yang bertugas memperhatikan beberapa hal yang sebutkan ini yaitu, penugasan dimana, bekerja sama dengan siapa, satuan yang dilibatkan, rangka komunikasi dan tanggung jawab,” pesan Sormin.

Ops Aman Nusa Toba II 2020 Penanganan Covid-19 melibatkan 7.250 personil kepolisian, TNI dan Pemerintah Daerah. Dijelaskan, Kota Medan (Polrestabes Medan) memiliki 6 daerah penyangga. Sebelah utara yakni Polres Pelabuhan Belawan, selatan yakni Polres Karo, timur yakni Polres Deliserdang dan Serdang Bedagai dan di barat yakni Polres Langkat dan Binjai. Wilayah pengamanan Medan dibagi menjadi tiga rayon. Rayon satu termasuk Medan Kota, Medan Patumbak, Medan Baru. Rayon dua termasuk Medan Barat, Medan Timur, Medan Area, Medan Helvetia. Kemudian Rayon tiga yakni Medan Sunggal, Pancur Batu dan Delitua.(sumber : humas.sumutprov.go.id)

Next Post

Jelang Ramadan 1441 H Bahan Kebutuhan Pokok Sumut Cukup

Thu Apr 23 , 2020
MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pastikan ketersediaan bahan pokok Sumut dalam menyambut bulan suci Ramadan sekaligus Idul Fitri 1441 H secara umum cukup. Bahkan ada beberapa komoditas yang surplus ketersediannya. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Zonny Waldi pada saat memberikan keterangan pers di Posko […]

Headline

Category