WHO Jawab Tudingan Corona Hasil Rekayasa Laboratorium

Akhir-akhir ini beredar ragam teori terkait keberadaan virus corona bahkan menyebutnya sebagai hasil rekayasa dari laboratorium.

“Pada tahap ini, sangat tidak mungkin untuk menentukan secara tepat asal muasal virus yang menyebabkan pandemi COVID-19. Kendati demikian, semua bukti-bukti menunjukkan virus tersebut berasal dari hewan dan tidak dimanipulasi atau dibuat. Virus itu kemungkinan besar dibawa oleh kelelawar,” ungkap juru bicara organisasi kesehatan dunia. Fadela Chaib dalam jumpa pers di Genewa, Swiss, seperti yang ditelusur CNN (22/04/2020)

Walau tidak memaparkan lebih jauh tentang perlompatan virus dari binatang ke manusia, Chaib menilai ada hewan inang perantara sebelum virus itu tertular pada manusia.

“Kemungkinan besar memiliki reservoir ekologis pada kelelawar, tetapi bagaimana virus datang dari kelelawar ke manusia masih harus dilihat dan ditemukan,” papar Fadela Chaib melalui lansiran Reuters, selasa (21/04/2020).

Lanjut Chaib kembali, ia mengatakan banyak ahli sudah melihat sifat genom virus serta bertentangan dengan klaim corona merupakan hasil rekayasa di laboratorium. Pihaknya pun berharap supaya masyarakat dunia tetap berpegang pada fakta.

“Banyak ahli sudah melihat sifat genom virus tersebut, dan mereka menemukan bukti hal itu bertentangan dengan klaim yang menyatakan virus tersebut direkayasa di laboratorium,” katanya.

Sementara itu muncul pula asumsi lain terkait organisasi kesehatan dunia atau WHO yang menyembunyikan informasi pandemi virus corona. Akan tetapi Tedros Adhanom selalu direktur jenderal WHO mengungkapkan tak ada yang dirahasiakan sejak awal mula virus corona merebak.

Menurut data yang dihimpun Johns Hopkins University, pihaknya mencatat sebanyak 2.501.156 jiwa dari penduduk dunia telah terjangkit covid-19. Adapun negara dengan kasus tertinggi digenggam oleh Amerika Serikat (AS) dengan jumlah 788.920 kasus positif virus corona.

Sedangkan Indonesia sendiri telah tercatat mempunyai sebanyak 7.135 kasus positif dengan total 616 orang pasien meninggal dunia. Meski demikian, sebanyak 842 jiwa telah dinyatakan pulih. (sumber berita & gambar : primaberita.com)

Next Post

Pandemi Covid-19, Warga China Jadi Sasaran Rasis di Melbourne

Thu Apr 23 , 2020
MELBOURNE – Sebuah keluarga asal China yang sudah jadi warga Australia menjadi sasaran serangan rasis terkait dengan COVID-19 selama dua malam berturut-turut di Melbourne. Insiden tersebut terjadi hari Senin dan Selasa pagi di KnoxfieldSalah seorang penghuni rumah mengatakan takut ‘orang-orang ini akan menyerang lagi.’ Ini merupakan serangkaian serangan rasis yang […]

Headline

Category