WHO: 70 Vaksin Virus Corona Dikembangkan, 3 di Antaranya Sudah Diuji pada Manusia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap saat ini ada 70 vaksin virus corona yang dikembangkan oleh berbagai institusi, baik perusahaan maupun kampus, di banyak negara.

Dari jumlah tersebut, tiga vaksin di antaranya sudah dijuji coba pada manusia, demikian isi dokumen WHO seperti dilaporkan Bloomberg, Senin (12/4/2020).

Satu dari tiga vaksin itu dalam proses klinis yang dikembangkan hasil kerja sama CanSino Biologics Hong Kong dengan Institut Bioteknologi Beijing. Uji coba vaksin ini sudah memasuki fase 2.

Dua lainnya yang sudah diuji pada manusia, masing-masing dikembangkan oleh produsen obat Amerika Serikat, yakni Moderna dan Inovio Pharmaceuticals.

WHO menyebut, perusahaan farmasi raksasa seperti Pfizer dan Sanofi juga memiliki kandidat vaksin yang sudah memasuki tahap pra-klinis.

Masifnya penyebaran virus corona yang dalam 4 bulan sudah menjangkiti lebih dari 200 negara dan wilayah memaksa para peneliti untuk bekerja keras membuat vaksin dalam waktu singkat dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam kondisi normal, pembuatan vaksin memakan waktu 12 sampai 18 bulan, seperti dalam kasus Ebola. Produksinya pun bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Industri obat berharap bisa memangkas waktu untuk merealisasikan vaksin Covid-19 ke pasar.

Sementara itu CanSino bulan lalu sudah mendapat izin dari Pemerintah China untuk memulai uji coba pada manusia.

Moderna yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, mendapat izin dari regulator AS untuk bergerak cepat dengan menguji coba pada manusia sejak Maret, padahal institusi itu sebelumnya tidak pernah mengeluarkan produk vaksin.

Ilmuwan dari Universitas Oxford, Inggris, ikut bekerja keras membuat vaksin virus corona. Bahkan ilmuwan di sana mengupayakan vaksin tersedia pada September 2020.

Ahli vaksinologi Universitas Oxford Sarah Gilbert yakin vaksin 80 persen bekerja dengan baik dan siap digunakan pada September.

“Ini bukan sekadar dugaan. Setiap pekan berlalu, kami punya lebih banyak data untuk dilihat,” kata Gilbert, kepada surat kabar The Times.

Tim Gilbert dari Universitas Oxford merupakan satu dari puluhan tim di seluruh dunia yang bekerja keras menemukan vaksin Covid-19. Tim ini merupakan yang paling terdepan di Inggris.

Namun vaksin yang dikembangkan Gilbert cs baru akan diuji coba pada manusia dalam 2 pekan mendatang. (sumber berita & gambar : inews.id)

Next Post

Mati-matian Perangi Corona, Anies dan Edy Rahmayadi Disebut Bintang NKRI

Tue Apr 14 , 2020
Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnain secara blak-blakan menyanjung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Pasalnya, menurut Tengku Zul dua sosok tersebut begitu total memerangi pandemi virus corona di wilayahnya masing-masing. Pujian Tengku Zul ini disampaikan melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @ustadtengkuzul. Ia mengunggah […]

Headline

Category