7 Tips Menjaga Keuangan Selama WFH dari Dzulfikar Fahlevi

Untuk meminimalisir pengeluaran berlebih, kamu juga perlu membuat anggaran belanja. Dengan adanya anggaran belanja yang jelas, tentu pengeluaran selama WFH dapat ditutupi.

Ingat, jangan panik! Sehingga membelanjakan kebutuhan diluar alokasi pengeluaran bulanan kita apalagi sampai harus membeli barang yang sebenarnya tak dibutuhkan.

  1. Menabung jika alokasi dana berlebih
    Meski keadaan keuangan mungkin kurang memadai, menabung tetap harus dilakukan dalam keadaan apapun. Alokasi pendapatan untuk menabung dapat disesuaikan berdasarkan tujuan finansial yang ingin dicapai.

Namun, mengingat kita bisa memangkas beberapa pos pengeluaran seperti transportasi dan hiburan, alangkah lebih baik kita masih memiliki alokasi dana untuk disimpan sebagai keperluan yang lebih penting dikemudian hari.

  1. Mempersiapkan keuangan menjelang bulan Ramadan
    Meski semua kondisi keuangan difokuskan untuk keperluan WFH, penting juga untuk mempersiapkan keuangan menjelang Ramadan. Kuncinya adalah dengan mengatur anggaran.

Setelah terbentuk anggaran yang jelas, berkomitmenlah dengan anggaran yang telah dibuat dan jangan menjadi konsumtif dengan terlalu sering berbuka puasa di luar rumah atau belanja berlebihan.

Alokasikan pengeluaran yang dapat dipangkas sewaktu WFH menjadi simpanan. Tabungan ini bisa berfungsi sebagai dana darurat yang bisa kita persiapkan untuk menyambut Ramaan atau bahkan lebaran di tengah ketidakpastian kondisi saat ini.

  1. Alokasikan dana berlebih pada pos simpanan
    Dzulfikar Fahlevi menjelaskan, “Jika kita telah memprioritaskan pengeluaran kita dan masih memiliki dana berlebih, maka lebih baik alihkan dana tersebut kedalam pos simpanan kamu. Salah satu pilhan instrumentasi keuangan yang tepat adalah dengan cara menyimpan emas.”

Dalam kondisi ekonomi yang stabil ataupun tidak stabil seperti sekarang, harga emas cenderung naik dan mempertahankan nilainya terhadap inflasi. Selama 1 tahun terakhir, harga emas di Indonesia telah mengalami kenaikan sebesar 38.8%.

Ia juga menambahkan, “Mama dan Papa bisa mengumpulkan dana darurat dengan cara nabung Emas di Treasury, salah satu platform membeli emas yang bisa kamu pilih. Emas bisa dibeli mulai dengan Rp 20.000 dan kamu sudah bisa #punyasimpenan Emas yang nilainya cenderung naik dalam jangka panjang.”

Simpenan Emas dapat dicairkan dalam waktu 2×24 jam, apalagi dalam jangka waktu yang panjang, nilai emas akan cenderung naik melebihi inflasi.

Apabila dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti saat ini, harga Emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Nah, itu dia tips mengatur keuangan keluarga selama WFH berlangsung. Ingat Ma, kencangkan ‘ikat pinggang’ namun kebutuhan keuarga tetap terpenuhi dan serba cukup. Semangat selalu Mama!
(sumber berita&gambar : popmama.com)

Next Post

Bantu kebutuhan stok darah kabarharkam gelar donor darah

Mon Apr 13 , 2020
Mediasumutku.com | Jakarta : Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH, lakukan donor darah di Yankes Pusdokkes Mabes Polri, Jakarta, Senin, (13/4/2020). Selain Kabaharkam Polri, donor darah di tengah masa pandemi Covid-19 ini juga diikuti 150 personel jajaran Baharkam Polri lainnya. “Kegiatan donor darah ini […]

Headline

Category