Buka Festival Cap Go Meh 2020, Menag: Momentum Rekatkan Hubungan Antar Umat Beragama


Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mewakili Presiden Joko Widodo membuka puncak Festival Cap Go Meh 2020 di Singkawang, Kalimantan Barat.Menag menyampaikan Presiden Joko Widodo pun amat mengapresiasi Festival Cap Go Meh 2020. “Saya menyampaikan salam dari Bapak Jokowi. Beliau mohon maaf karena tidak bisa bergabung hari ini. Tapi beliau sangat mengapresiasi festival ini,” kata Menag dilansir dari laman kemenag, Sabtu (08/02/2020).

Pembukaan ditandai dengan penabuhan genderang oleh Menag Fachrul Razi, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, dan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. Tampak hadir mendampingi Menag Ibu Anni Fachrul Razi, Dirjen Bimas Buddha Caliadi dan Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat Ridwansyah.

Ia mengaku senang bahwa Festival Cap Go Meh 2020 Singkawang ini menjadi momentum yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Singkawang. “Setiap perayaan agama hendaknya disikapi sebagai momen untuk lebih mengoptimalkan dan merekatkan hubungan antar umat beragama,” pesan Menag.

Festival Cap Go Meh 2020 Singkawang ini menurut Menag bukan saja menjadi momen bagi Kota Singkawang atau Provinsi Kalimantan Barat saja. Namun, merupakan event nasional.”Festival Cap Go Meh 2020 ini bukan hanya menjadi even Singkawang. Tapi juga, merupakan event nasional,” ujarnya.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengklaim perayaan Cap Go Meh di Singkawang ini merupakan yang terbesar bukan hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. “Festival Cap Go Meh 2020 ini juga menarik minat para wisatawan, bukan hanya domestik, tapi juga luar negeri,” tutur seraya mengungkapkan jika Festival Cap Go Meh ini juga telah tercantum dalam Calendar 100 of Event yang dibuat oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sementara Gubernur Kalimantan Barat mengapresiasi helatan Festival Cap Go Meh 2020. Menurutnya, Singkawang telah membuktikan bahwa harmonisasi dan toleransi masyarakat dapat mendorong pergerakan ekonomi dan pembangunan daerah.”Singkawang sudah menunjukkan hasilnya luar biasa semoga. Singkawang juga memiliki modal utamanya sebagai kota tertoleran di Indonesia,” ujar Sutarmidji.

Sutarmidji menjelaskan, toleransi, kebersamaan serta harmonisasi itu kunci dari keberhasilan melaksanakan pembangunan. “Tanpa harmonisasi, tanpa toleransi, kita sulit untuk membuat kemajuan pembangunan,” tutur Sutarmidji.

Puncak Festival Cap Go Meh 2020 Singkawang dibuka dengan Tarian NKRI. Tarian ini menggambarkan keberagamaan adat istiadat yang ada pada masyarakat Singkawang. Ada tiga etnis utama yang selama ini hidup berdampingan di Singkawang, yaitu Tionghoa, Dayak, dan Melayu.Dalam kegiatan yang juga disemarakkan oleh berbagai stand ini juga dimeriahkan dengan parade 847 tatung yang diarak mengelilingi jalan-jalan utama Kota Singkawang.

Next Post

Kejadian di Kabupaten Dairi, Anak Bacok Ayah Kandung Hingga Tewas

Sun Feb 9 , 2020
Berawal dari cekcok, Gunawan Sucipto H Pane (26) warga Jalan Kampung Suka Tani, Kelurahan Tegal Alur tega membacok ayah kandungnya sendiri, Torang Pane (50) warga Desa Lae Parira, Kecamatan Laeparira, Kabupaten Dairi, Jumat (07/02/2020) malam.Korban pun tewas akibat luka bacokan di bagian punggung dan kepalanya. Menurut Kapolres Dairi, AKBP Leonardo […]

Category