Alokasi Subsidi LPG 3 kg Tidak Tepat Sasaran

PENGEMBANG properti meminta alokasi subsidi LPG 3 kg yang dinilai kerap tak tepat sasaran bisa dialihkan ke sektor properti, khususnya untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) yang menyalurkan rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kalau memang tidak tepat sasaran alangkah baiknya digeser untuk subsidi perumahan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti Setyo Maharso dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Setyo menuturkan para pengembang bersama Kadin Bidang Properti akan menyampaikan sejumlah usulan yang bisa dipertimbangkan pemerintah guna menambah alokasi FLPP tahun 2020 yang ditetapkan sebesar Rp11 triliun. Menurut pengembang, alokasi tersebut turun signifikan karena ekuivalen dengan 97.700 unit rumah subsidi.

Padahal, tahun 2020 kebutuhan rumah subsidi diperkirakan mencapai 260 ribu unit sehingga masih ada kekurangan hingga Rp18 triliun. Setyo mengatakan selain membahas dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Keuangan, pengembang juga akan menyampaikan masukan tersebut kepada Komisi VII DPR yang membawahi bidang energi.

“Makanya kami juga akan berkoordinasi dengan Komisi VII DPR RI,” katanya. Ketua Umum Pengembang Indonesia (PI) Barkah Hidayat mengatakan pemerintah sebaiknya mengevaluasi kembali adanya subsidi yang tidak tepat sasaran.

Next Post

Polisi Tangkap Pemain Judi Jeckpot di Mandala

Sat Jan 25 , 2020
Petugas Unit Judi Sila Reskrim Polrestabes Medan breaksi menindak segala macam penyakit masyarakat di Kota Medan. Hasilnya tiga orang sebagai pemain judi Jeckpot ditangkap di Jalan Pelikan Raya, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Ketiganya yang ditangkap itu masing-masing Oliver Sibuea (36) warga Jalan Pelikan I, Perumnas Mandala, […]

Category