Satu Lagi Pelaku Bentrok yang Tewaskan Mahasiswa Nommensens Ditangkap

Satuan Unit Pidum Reskrim Polrestabes Medan berhasil menangkap seorang mahasiswa yang ikut terlibat bentrok yang menyebabkan tewasnya salah seorang mahasiswa Nommensen ditangkap.

Pelaku bernama Eka Putra Pardede (22), warga Batam ditangkap di tempat persembunyiannya di Kota Batam. “Pelaku juga terlibat menyerang dengan benda tajam kepada korban Rojer Siahaan yang tewas di Universitas HKBP Nomensen,” ucap Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak, kepada wartawan, Jumat (24/01/2020).

Dijelaskan Kasat, kejadiannya pada Hari Jumat tanggal 22 November 2019 sekira pukul 14.00 WIB, di Universitas HKBP Nomensen Jalan Sutomo, Medan. Terjadi tindak pidana secara bersama-sama dimuka umum, melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan atau penganiayaan yang menyebabkan matinya orang terhadap korban Rojer Siahaan (Mahasiswa Fakultas Pertanian), yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro Universitas HKBP Nomensen Medan.

Sehingga mengakibatkan korban Rojer mengalami luka tusuk senjata tajam pada bagian dada dan luka robek dan mengeluarkan darah, pada bagian kepala serta memar di bagian badan dan tangan

Sehingga korban Rojer dirawat di rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia, kemudian setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan diketahui bahwa yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang terhadap korban Rojer adalah tersangka Eka Putra Pardede, tersangka Ranto Sihombing dan tersangka Marzuki Simatupang, tersangka Edison Kasido Siboro (sudah tertangkap) dan tersangka Indra Kaleb Situmorang (belum tertangkap).

Adapun para tersangka dalam melakukan penganiayaan yang mengakibatkan matinya korban Rojer adalah dengan cara pada pada hari Jumat tanggal 22 November 2019 sekitar pukul : 14.30 WIB, korban dan teman-temannya dari kelompok mahasiswa Fakultas Teknik Pertanian Universitas HKBP Nomensen Medan sedang berada di dalam Kampus Universitas HKBP Nomensen Medan, tepatnya di taman.

Tiba-tiba kelompok mahasiswa Fakultas Teknik Elektro menyerang kelompok mahasiswa Fakultas Pertanian dengan mengejar sambil melempari batu dan membawa alat berupa besi, kayu serta senjata tajam lainnya.

Sehingga mengakibatkan kelompok mahasiswa Fakultas Pertanian termasuk korban Rojer berlari ke arah parkiran Fakultas Kedokteran. Kemudian pada saat berada di parkiran, korban dianiaya oleh para tersangka dan langsung memukul dengan menggunakan tangan dan kaki, setelah itu tersangka Ranto memukul korban dengan menggunakan kayu balik sebanyak 1(satu) kali dan mengenai bagian tangan korban, setelah itu tersangka Eka menusuk korban dengan menggunakan senjata tajam (diduga Samurai) dan mengenai bagian dada korban, sehingga mengalami luka tusuk dan mengeluarkan darah. Selanjutnya tersangka Indra melakukan penganiayaan dengan menggunakan tangan yang mengenai bagian kepala, badan dan tangan korban, sehingga mengakibatkan korban tergeletak dan terlentang diparkiran Fakultas Kedokteran dan dibawa ke Rumah Sakit dan dinyatakan meninggal dunia.

Dari lokasi sita barang bukti 1 keping DVD yang berisikan rekaman CCTV kejadian tawuran antara mahasiswa Fakultas Pertanian dengan Fakultas Teknik Elektro. “Para tersangka melanggar Pasal 338 subs pasal 170 ayat (2) ke 3e yo pasal 351 ayat (3) KUHPidana, ” tandas mantan Kapolsek Percut Sei Tuan ini.

Next Post

Subsidi Lewat FLPP Sebesar 11 Triliun

Fri Jan 24 , 2020
Pemerintah hanya mengalokasikan subsidi lewat fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp11 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Padahal kebutuhan anggaran subsidi untuk membiayai 260.000 unit rumah MBR mencapai Rp29 triliun. Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Totok Lusida mengatakan untuk menutupi gap sebesar Rp18 triliun tersebut, pengembang menawarkan […]

Category