Mino Raiola, Agen Pemain dan Mafioso

“Kau pikir aku bisa menjualmu dengan statistik seperti ini?” hardik Raiola pada Zlatan Ibrahimovic suatu waktu di awal Tahun 2000-an.

Pada saat itu Ibrakadabra memang masih berusia muda dan sedang meniti karir di Ajax Amsterdam. Tetapi jangan pandang enteng, Ibra sudah dianggap sebagai salah satu bakat terbaik Eropa.

Sedangkan siapa seorang Mino Raiola yang mampu menghardik Ibra semacam itu? Raiola adalah seorang agen pemain yang saat itu masih mencoba melamar Ibra menjadi kliennya .

Seistimewa apakah seorang agen pemain seperti Raiola sehingga pantas mengatakan hal itu?. Paling tidak, ada 4 tugas dari seorang agen pemain seperti Raiola. Pertama, Raiola berperan sebagai seorang negosiator.

Negosiator terkait gaji dan nilai transfer pemain. Kedua, Raiola juga berperan memberi masukkan mengenai keluar masuk keuangan bagi seorang pemain bola, atau dapat disebut sebagai penasihat keuangan.

Selain itu, tugas ketiga bagi seorang Raiola adalah bertugas sebagai seorang Juru bicara dari sang pemain yang adalah kliennya. Bukan saja dalam persoalan transfer pemain saja tetapi juga dalam masalah-masalah lain seperti persoalan hukum, sang agen juga dapat berperan.

Tugas terakhir yang tak kalah penting adalah menjadi sahabat. Siap memberikan nasihat dalam berbagai hal termasuk soal kedisiplinan, dan juga berkaitan dengan sikap sehari-hari.

Pada akhirnya Ibra menurut akan segala cara dan gaya Raiola dalam menanganinya sebagai seorang pemain, Ibra bersedia. Kisah berikutnya berimbas indah bagi Ibra.

Pada Tahun 2004, Raiola berhasil memaksa Ajax untuk menjual seorang Zlatan Ibrahimovic ke klub Italia, Juventus. Hasilnya, Zlatan bahagia dan Raiola dibenci Ajax Amsterdam.

Dimusuhi bukanlah hal yang ditakutkan seorang Raiola. Lahir di Salerno pada 4 November 1967, darah Italia Salernonya membuat jiwa suka membangkang mengalir deras di tubuhnya. Malahan oleh beberapa Jurnalis, Raiola dijuluki sebagai seorang Mafioso.

Mafioso itu pada dasarnya berarti pria yang terhormat. Tetapi semakin merujuk kepada kelakukan dari beberapa orang yang terlibat organisasi yang berkuasa, sangat ditakuti tetapi dihormati.

Raiola dalam pembangkangannya jelas sangat dihormati oleh pemain, sedangkan bagi klub, Raiola sangat ditakuti bahkan cenderung dibenci.

“Saya berpikir ketika pemain memutuskan untuk pergi, maka mereka harus pergi. Agen-agen sebelumnya berpihak pada klub. Bagi saya pemain adalah prioritas utama saja” ungkap Raiola sekali waktu, yang sedikit menjelaskan bagaimana dia disayangi pemain dan dibenci klub.

Cara Raiola membuat Paul Pogba menjadi seperti pemain buangan MU dan dijual sebagai pemain termahal dunia ke MU, dinilai sebagai bisnis elok ala Mafia yang membuat beberapa pihak, termasuk klub dan pelatih untuk taat kepadanya.

“Raiola itu manusia Hina” ujar Sir Alex Ferguson, beberapa hari lalu. Ferguson seperti baru sadar bahwa berhasil dipermainkan oleh Raiola sehingga dipersalahkan atas kepergian Pogba. “Kami tahu bahwa dia pemain yang bagus. Dia tetap menjadi pemain yang berkualitas. Tetapi dia memiliki agen buruk” marah Ferguson.

Pria bernama lengkap Carmine Raiola ini jelas tak bergeming akan komentar Sir Alex Ferguson dan menjadi takut akan kebencian klub-klub terhadap dirinya. Negosiasi yang Raiola yang tunjukkan dalam kasus kiper masa depan Italia, Gianluigi Doonaruma menjadi buktinya.

Donnaruma pada awalnya tidak mau memperpanjang kontrak di AC Milan. AC Milan membencinya. Tetapi baru beberapa hari lalu, AC Milan dipaksa Raiola untuk membuat kontrak baru dengan Donnaruma dengan nilai yang besar serta release clause yang mencapai 100 Juta Euro dengan beberapa catatan.

Raiola disinyalir mendapatkan persenan hampir 20 Juta Pound saat berhasil mendaratkan Pogba dengan nilai yang diperkriakan mencapai 100 Juta pounds. Untung besar.

Dengan kerumitan yang dia bawa ke AC Milan terhadap negosiasi Donnaruma, maka Raiola dieprkirakan bersiap akan kembali mendapatkan untung besar.

Bagi beberapa orang, Jorge Mendes dengan Christiano Ronaldonya adalah agen paling wahid sedunia. Namun bagi saya, sekarang era-nya seorang Mino Raiola.

Raiola juga seperti mengajarkan beberapa hal, bahwa pekerjaan yang dinilai “kecil” tetapi dengan kompetensi yang terus ditingkatkan akan mendatangkan keuntungan besar.

Hanya dengan modal kelihaian bernegosiasi, Raiola berhasil membuktikan hal itu. Bahkan sekarang di media, dalam masa transfer ini, seorang Raiola bahkan seperti lebih terkenal dari seorang Ronaldo atau Messi sekalipun. Raiola benar-benar menunjukkan diri sebagai seorang Mafioso, pria terhormat.

Next Post

10 Foto Ini Mampu Buktikan Indahnya Dunia

Wed Jan 1 , 2020
Kamu setuju nggak kalau dunia yang diciptakan oleh Tuhan ini memang benar-benar indah luar biasa? Mungkin kamu yang jarang traveling belum terlalu melihat bagimana dunia diciptakan dengan segala keindahannya. Tapi nggak perlu khawatir, banyak fotografer dunia yang berhasil menangkap gambar luar biasa tentang isi dunia yang bakal bikin kita semua […]

Category