Ribuan Masyarakat Saksikan Gerhana Matahari Cincin di Jalan Denai


Masyarakat tumpah ke Jalan Denai Medan menyaksikan Gerhana Matahari Cincin (GMC) dengan menggunakan kacamata matahari dan Teleskop Observatorium ilmu Falak UMSU. Durasi yang dilihat itu hanya berlangsung 2 – 3 menit.

“Bentuknya hitam kemerahan seperti bulan sabit,” ucap mahasiswa STMIK Triguna Dharma Azzauzi Syahwiral .Away yang melihat dengan Teleskop milik UMSU, Kamis (26/12/2019) siang.

Tepat pada pukul 12.04 WIB gerhana Matahari itu mulai menampakan jati dirinya, sehingga fenomena alam yang terjadi 1- 2 tahun sekali itu membawa makna yang mendalam untuk masyarakat yang menyaksikan di seputaran kampus Pascasarjana UMSU yang di Jalan Denai itu. “Mudah – mudahan menambah wawasan untuk mengetahui tanda – tanda kebesaran Allah SWT dipahami, ” tambahnya.

Dia pun bangga melihat dengan jelas kebesaran maha pencipta alam semesta ini untuk disyukuri bersama. “Luar biasa melihat Gerhana Matahari Cincin itu meski durasinya singkat namun fenomenal, ” imbuhnya.

Sementara itu, Muhammad Faras yang menyaksikan Gerhana Matahari dengan kaca mata khusus yang diberikan UMSU itu mengaku, sangat puas melihat Gerhana Matahari Cincin itu bersama temannya dari Sekolah Ulul Ilmi. “Luar biasa melihat Gerhana Matahari Cincin itu begitu indah dan takjub melihat kebesaran Allah SWT, ” jelasnya.

Kata dia, kacamata matahari biasanya berbentuk seperti kacamata tiga dimensi. Sekilas memang lensanya seperti kacamata hitam biasa, namun lensa ini menggunakan lensa khusus. Lensa ini dirancang untuk menghalangi sebagian besar cahaya matahari.

Next Post

Diduga Gara-Gara Sabu, Sopir Angkot Tewas Ditikam Dua Bersaudara

Fri Dec 27 , 2019
Akibat narkotika jenis sabu yang hendak dikonsumsi bersama. Korban Khusnul Nasution (47) yang berprofesi sebagai supir angkot yang merupakan warga Jalan Denai, Gang Saudara ini ditikam oleh dua orang pelaku bersaudara atas nama Teddy Chaniago (20) dan Wanda Chaniago (30). Korban pun tewas bersimbah darah di Jalan Rawa Cangguk I, […]

Category