Kades Tumpatan Nibung Didemo Warga Sebab Korek Tanggul Sungai di Batangkuis


Program pembuatan jalan dengan memangkas atau mengikis tanggul Sungai Belumai dari perbatasan Dusun I B sampai VII B arah ke Hotel Wings, Jalan Sultan Serdang, sepanjang 3,5 kilometer yang digagas Juarno, Kepala Desa (Kades) Tumpatan Nibung, Kecamatan Batangkuis, mendapat protes dari warganya.

“Kami keberatan dengan adanya pengorekan tanggul sungai atau beteng yang menghubungkan Dusun I, II sampai Dusun VII mengarah ke Hotel Wings sana. Fungsi tanggul ini untuk menahan air agar tidak banjir. Kenapa ini tanah tanggul dikorek dan dijual, kemudian ditimbun pakai tanah parit?” ujar sejumlah tokoh masyarakat desa setempat, Jumat (20/12/2019).

Apa yang dilakukan itu, kata warga, bukan mustahil akan menyebabkan banjir. “Kenapa tanggul yang sudah keras dikorek sampai kedalaman 4 meter. Selama ini, kami warga sudah sering mengalami kebanjiran. Kalau ini (tanggul) terus dikorek, apa gak makin parah nanti banjirnya,” imbuh warga.

“Selama ini, setiap kami kebanjiran, tidak pernah ada tindakan dari kepala dusun (kadus) maupun kades (Juarno) agar masalah itu tertanggulangi. Ini malah menggali dan mengorek tanggul yang sudah ada dan kuat,” beber warga.

Terkait masalah pengorekan tanggul itu, kata warga, sudah sempat dibahas antara masyarakat dengan pihak pemerintahan desa setempat, Rabu malam (18/12/2019) lalu di balai desa setempat. Namun sayang, saat rapat itu tidak mencapai kesepakatan. “Kami demo ke kantor desa, Selasa (17/12/2019), agar program tersebut dihentikan. Besok (Rabu malam)-nya diadakan rapat di balai desa. Waktu itu dihadiri kades dan para kadusnya. Ada pihak dari kepolisian juga, Bintara Pembina Desa (Babinsa), pihak Ketentraman dan Ketertiban (Trantib). Tapi tak menemui titik terang,” sambung warga.

Upaya warga menentang program tersebut, sambung mereka lagi, sudah membuat dan menandatangani surat keberatan atas program tersebut. Setidaknya, ada 32 warga yang membubuhkan tanda tangan keberatan terhadap program tersebut.

Warga juga meminta kepada Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Batangkuis untuk bersikap dan bertindak atas keberatan warga tersebut. “Kami sangat bermohon kepada Camat Batangkuis, Kapolsek, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Deli Serdang, Bupati dan Kapolres Deli Serdang, agar bisa menghentikan penggalian dan pengorekan tanggul yang dilakukan Kades Juarno bersama para kadusnya itu,” pinta warga.

Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, lanjut warga, maka mereka akan terus bersikap agar tuntutan mereka dipenuhi. “Kami akan terus menentang program ini. Apa yang dilakukan ini sudah salah kaprah. Bukannya menanggulangi banjir yang sudah sering terjadi, ini kok malah mau ngundang banjir yang semakin besar. Ada apa ini?” ujar warga.

Terpisah, Juarno, Kades Tumpatan Nibung, yang dihubungi wartawan menanyakan masalah itu, tak memberikan jawaban. Malah melemparkan persoalan itu ke warganya. “Tanya sajalah ke lokasi,” ucapnya singkat.

Next Post

Jelang Natal, Plt Wali Kota Medan Sidak ke Pasar Sei Sikambing dan Marelan

Sat Dec 21 , 2019
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi, memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di Pasar Sei Sikambing dan Marelan, Jumat (20/12/2019). Selain memantau harga, Plt Wali Kota juga memeriksa sarana dan prasana kedua pasar tradisional tersebut. Dalam peninjauan itu, Plt Wali Kota berdialog dengan para pedagang. Dalam […]

Category