Bertemu dengan Mahasiswa STPP Medan, Bupati Dairi: Kita Akan Adakan Hari Minum Kopi Bersama Tiap Jumat

Bupati Dairi Dr Eddy KA Berutu menggelar pertemuan dengan mahasiswa/i Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Medan di Pendopo Bupati Dairi. Pertemuan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Arabika Sidikalang Sumatera (Maspigass) Pdt Samuel Sihombing dan Perwakilan Dinas Pertanian ST Manik.

“Sebelumnya saya tidak menyangka bahwa saya akan ketemu dengan pemuda-pemudi sebanyak ini dalam waktu singkat yang tertarik dan mendedikasikan diri di bidang pertanian, jadi optimisme saya terhadap Kabupaten Dairi dan seluruh Kabupaten di seputaran Danau Toba yang sangat kuat pada pertaniannya untuk bangkit lagi martabat kita dimata dunia,” ujar Bupati dilansir dari laman dairikab.go.id, Minggu (15/12/2019).

“Menurut saya sektor pertanian ini adalah sektor yang sangat penting di mana semakin kesini semakin banyak inovasinya yang pada 3.0 dan 4.0 sudah masuk teknologinya pada sektor pertanian yang membuat sektor ini menjadi lebih menarik dan menyerap lebih banyak tenaga kerja unggul sehingga mampu mengangkat produktivitas dan produksinya melonjak jauh kedepan. Jadi saya sangat menunggu rekomendasi adik-adik dari prospektif baru yang betul-betul diluar paradigma,” sambung Bupati.

Bupati menjelaskan, di sektor pertanian Kabupaten Dairi telah memiliki alat untuk mengukur kondisi tanah, cuaca, kandungan air. “Kondisi saat ini tidak lepas dari keputusan Pemerintah Daerah 5 atau 10 tahun yang lalu dan apa yang kita putuskan saat ini akan berakibat pada tahun yang akan datang. Kami di sini baru 8 bulan tetapi kami sudah menangkap semangat dari masyarakat contohnya Maspigass ingin mengembalikan/akselerasi kejayaan Kopi Sidikalang yang mana mau tidak mau itu harus ada di semua lini kita mainkan. Pemerintah ini kuatnya itu di kebijakan, sementara waktu di anggaran yang pada waktunya nanti anggaran itu tidak cukup apabila kebutuhan akan sektor pertanian itu semakin besar,” jelasnya.

Bupati menambahkan, pihaknya juga akan mengalokasikan program daerah untuk bisa kembali mengurus kopi ini dengan pembibitan, lahan produksi, program pembudidayaan, tehnik budidaya, pasca panen dan masa panen di mana di dalam tanah itu ada teknologi dan manajemen serta pasar produksinya dan Pemerintah harus turun tangan untuk program pemasarannya.

“Oleh karena itu filosofinya masyarakatlah yang yang harus melakukannya, bagaimana caranya kolaborasi antara kami yang memiliki kebijakan anggaran dengan masyarakat kopi Sidikalang. Kita ingin mengakselerasi nama besar dari Kopi Sidikalang yang sudah selama ini turun.Kita akan angkat Hari Minum Kopi bersama setiap Jumat di Kabupaten Dairi. Jadi setiap Jumat kami dan kantor-kantor tidak boleh minum selain kopi dan kopinya harus Kopi Sidikalang,” pungkasnya.

Next Post

Selama Dua Hari, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Dibekali Pelatihan Jurnalistik dan Mendeley

Mon Dec 16 , 2019
Sebanyak 10 mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry dilatih dan dibekali pelatihan jurnalistik, Jum’at (13/12/2019) bertempat di Ruang Rapat Lantai II, UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry menghadirkan narasumber tunggal, Redaktur Eksekutif Harian Serambi Indonesia dan […]

Category