Profesor di USU Perkenalkan Tepung Mocaf Pengganti Terigu untuk Penderita Alergi Gluten

Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPM USU), melalui program pengabdian pada masyarakat non PNBP tahun 2019 skim Profesor Mengabdi telah mengadakan kegiatan yang berjudul ‘Pemanfaatan Tepung Mocaf Sebagai Pengganti Terigu dan Peningkatan Produktivitas Melalui Penggunaan Teknologi Tepat Guna Pada UKM Produk Bolu’.

Ketua Program Pengabdian ini, Prof Dr Ir Elisa Julianti MSi, dilansir dari Usu.ac.id, Minggu (24/11/2019), mengatakan produk-produk bakery merupakan salah satu alternatif makanan jadi yang cukup diminati masyarakat. Tersedia dalam aneka pilihan rasa, praktis penyajiannya, dan dapat dinikmati mulai dari anak-anak sampai orang tua. Produk bakery seperti cake, cookies dan kue-kue umumnya menggunakan terigu sebagai bahan baku. “Terigu adalah bahan baku pangan yang berasal dari biji gandum dan hingga saat ini masih diimpor,” ujarnya.

Dijelaskan Prof Elisa, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total impor biji gandum pada tahun 2016 mencapai 10,5 juta ton dengan nilai US$ 2,4 Miliar. Sementara 8,71 juta ton di antaranya ditujukan untuk konsumsi pangan. Sedangkan pada tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 11,48 juta ton dengan nilai US$ 2,65 miliar. Peningkatan kebutuhan terigu ini, akan mengancam ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Keunggulan terigu dalam pembuatan produk bakery, lanjut Prof Elisa, adalah adanya komponen protein gluten yang membedakannya dari tepung-tepungan lain, yang bermanfaat membuat adonan menjadi elastis sehingga mudah dibentuk. Tetapi adanya kandungan gluten pada terigu, membuat sebagian orang seperti penderita autis dan penyakit seliak (celiac disease) menjadi alergi jika mengonsumsi bahan pangan yang mengandung terigu. “Oleh karena itu pemanfaatan tepung non terigu dalam pembuatan produk bakery selain dapat mengurangi ketergantungan akan impor terigu, produk yang dihasilkannya juga dapat dikonsumsi oleh orang-orang yang alergi terhadap gluten,” ungkapnya.

Berdasarkan hal tersebut, sambungnya, maka pemilihan tema kegiatan pengabdian pada masyarakat ini didasarkan kepada kondisi saat ini. “Konsumsi produk bakery seperti roti, bolu, cake, cookies, biscuit, dan kue-kue saat ini semakin meningkat. Hal ini seiring dengan perubahan pola hidup dan gaya hidup di masyarakat. Jadi pengabdian masyarakat diwujudkan dalam beberapa bentuk kegiatan, antara lain pelatihan pengolahan makanan berbahan baku singkong, penyediaan peralatan tepat guna untuk pengolahan produk bakery, penguatan kapasitas UKM melalui kegiatan pelatihan manajemen, pelatihan produksi, dan pengemasan, dan penguatan jaringan pasar,” jelasnya.

Prof Elisa menjelaskan, Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian USU, bersama dengan Pusat Kajian Umbi-Umbian USU, telah banyak melakukan penelitian terkait pemanfaatan bahan baku lokal seperti umbi-umbian sebagai alternatif terigu dalam pembuatan produk pangan terutama produk bakery.

“Salah satu tepung yang dikembangkan adalah tepung mocaf (modified cassava flour) yaitu tepung dari ubi kayu. Diproses dengan cara fermentasi umbi sebelum dilakukan pengeringan, sehingga dihasilkan produk tepung kayu dengan karakteristik warna yang lebih putih. Aroma ubi kayu yang sudah berkurang, serta dapat digunakan sebagai bahan substitusi terigu,” ungkapnya.

Disebutkannya, tepung mocaf yang dihasilkan telah diolah menjadi berbagai jenis produk bakery seperti cake, cookies, dan kue-kue basah seperti donat, pastel, dan risol, dan dipasarkan oleh Inovasi Bakery yang terletak di Gedung B Cikal USU. “Pemanfaatan tepung mocaf dalam industry bakery diharapkan akan dapat membantu pemerintah dalam hal peningkatan ketahanan pangan nasional dengan cara diversifikasi produk pangan,” pungkasnya.

Pengabdian ini telah berlangsung di Desa Sei Mencirim Kabupaten Deli Serdang. Dengan tim pelaksana terdiri dari Ketua Prof Dr Ir Elisa Julianti MSi, dan anggotanya Prof Dr Ir Zulkifli Lubis MA PpSc, serta Ridwansyah STP MSi.

Next Post

Wali Kota Sibolga Ajak Anak Hobi Membaca Sejak Dini

Sun Nov 24 , 2019
Memiliki waktu senggang di sela mengikuti Program Regional and Urban Development Strategy (RUDS) Gelombang VI, di Kampus Universitas California Irvine Amerika Serikat, Wali Kota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk MM menyempatkan diri mengunjungi Perpustakaan dan Ruang Baca bagi masyarakat yang ada di Kota California. Wali Kota Sibolga asyik mengamati jumlah […]

Category