Tim Advokat Menyebut Kepolisian Melakukan Penangkapan Tanpa Aturan

SumutMerdeka – Tim Advokasi untuk Demokrasi menyebut kepolisian melakukan perburuan terhadap demonstran yang mengikuti aksi unjuk rasa di kawasan Gedung DPR, Jakarta, pada 24, 25, dan 30 September 2019.

Direktur LBH Jakarta Arif Maulana mengatakan kepolisian melakukan penangkapan demonstran tanpa aturan.

“Kita mencatat yang terjadi bukan penangkapan, tapi pemburuan. Bahkan polisi menangkap sewenang-wenang orang yang usai melaksanakan hak menyampaikan pendapat di muka umum,” kata Arif dalam jumpa pers di Kantor Kontras, Jakarta, Jumat (4/10).

Arif menilai ada kesan kepolisian memposisikan hak menyampaikan pendapat di muka umum sebagai sebagai kejahatan. Padahal hak tersebut dilindungi undang-undang.

Tim Advokasi mencatat setidaknya kepolisian melanggar Pasal 28E UUD 1945, Pasal 5 UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Depan Umum, serta Perkap Nomor 7 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan, dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

Next Post

HCML Melakukan Kegiatan Sosial Bertema Pendidikan

Fri Oct 4 , 2019
 SumutMerdeka – SKK Migas bersama Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) melakukan kegiatan sosial bertema pendidikan yang dikemas dalam ‘HCML HSSE Goes to School’ dan mengampanyekan arti penting kesehatan dan keselamatan di SMAN 1 Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kegiatan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tersebut menyasar 250 perwakilan siswa kelas X, XI, dan […]

Category