Sri Mulyani Bantah Banjir Impor Tekstil

SumutMerdeka – Menteri Keuangan Sri Mulyani membantah banjir impor tekstil dan produk tekstil (TPT) datang dari Pusat Logistik Berikat (PLB). Alasannya, impor TPT yang masuk lewat PLB hanya sebesar 4,1 persen dari total impor TPT.

Selain persentase impor kecil, ia menyebut prosedur impor dalam kawasan tersebut cenderung ketat. Importir, sambung dia, harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain memiliki NPWP, menunjukkan rencana kerja, mengantongi kuota impor, dan lainnya.

“Kalau impor melalui PLB monitoring (pengawasan) dan prosesnya jauh lebih teliti. Jadi, kalau menyelundup secara teoritisnya tidak melalui PLB,” paparnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima keluhan dari pelaku usaha TPT yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Produsen Serat Sintetis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI). Pelaku usaha mengeluhkan kinerja industri TPT yang loyo akibat gempuran impor.

Kepala negara lantas memerintahkan Sri Mulyani terjun langsung ke PLB yang diduga menjadi salah satu pintu masuk TPT impor. Dari kunjungannya tersebut, Sri Mulyani menyatakan peluang banjir impor TPT melalui PLB sangat tipis.


Next Post

Sumut Berhasil Mengharumkan Nama Di Ajang Kompetisi di Sydney

Fri Oct 4 , 2019
SumutMerdeka – Sepuluh pelajar dari Singapore Intercultural School (SIS) Medan berhasil mengharumkan nama Sumatera Utara (Sumut) di ajang kompetisi pelajar internasional di Sydney, Australia, 15-20 Agustus 2019 lalu. Pada ajang bergengsi tersebut, mereka menyabet 33 medali emas, 30 medali perak, 1 Da Vinci Award, dan 1 Distinction Award. Kesepuluh pelajar […]

Category