Utang Negara Kembali Melonjak Tinggi

Cakraberita – Kementerian Keuangan mencatat posisi utang mencapai Rp 4.680,19 triliun per akhir Agustus 2019. Posisi ini meningkat 7,26 persen jika dibanding periode yang sama tahun lalu yakni Rp 4.363,19 triliun. Utang tersebut didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai Rp3.881,9 triliun atau meningkat 9,59 persen dibanding tahun lalu yakni Rp3.541,89 triliun. Sementara itu, sisa utang Rp798,28 triliun merupakan pinjaman biasa.

Dengan posisi tersebut, artinya rasio utang pemerintah tercatat 29,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sejatinya, rasio ini menurun dibanding periode yang sama tahun lalu yakni 30,31 persen dari PDB. Posisi utang yang meningkat ini tak lepas dari peningkatan penarikan utang yang dilakukan pemerintah sepanjang tahun ini.


Hingga Agustus 2019, penarikan utang pemerintah secara tahun kalender (year-to-date) ada di angka Rp284,74 triliun. Angka ini meningkat 3,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp274,33 triliun.

Penarikan utang yang meningkat merupakan konsekuensi atas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang melebar. Hingga Agustus 2019, defisit APBN tercatat 1,24 persen dari PDB atau lebih besar dibanding tahun lalu yakni 1,01 persen dari PDB.

Next Post

Upaya Pendorongan Terus Terjadi Untuk Menghalau Aksi Tolak RKUHP

Tue Sep 24 , 2019
SumutMerdeka – Demi menghalau massa mahasiswa aksi menolak RKUHP dan RUU kontroversial lainnya, polisi terus melakukan upaya pendorongan. Polisi mendorong massa yang terdesak ke arah Pejompongan di sekitar Jalan Bendungan Jatiluhur, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Sebelumnya, polisi terus memburu untuk mengamankan para mahasiswa peserta aksi tolak RKUHP dan RUU kontroversial lainnya yang telah tergeser […]

Category