Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Teh

SumutMerdeka Teh dikenal sebagai minuman yang mudah dibuat dan bisa dinikmati kapan saja. Hanya dengan menuangkan air panas ke dalam cangkir dan menambah sedikit gula, teh sudah bisa dinikmati. Masing-masing orang memiliki cara sendiri untuk menikmati secangkir teh dengan rasa yang diinginkan.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan antara lain jenis dan suhu air, takaran dan kualitas teh, serta waktu penyeduhan:

Gunakan air yang tepat

Sekilas air tampak sama saja. Ada yang menganggap semua jenis air –mulai dari air tanah atau air kran, air sulingan, air mineral– sama saja karena pada akhirnya harus direbus terlebih dahulu untuk memanaskannya. Namun nyatanya, berbeda jenis air bisa menghasilkan rasa teh yang berbeda.

Misalnya saja, air suling yang dihasilkan melalui uap hasil pendidihan telah menghilangkan seluruh kontaminan, bahkan mineral dan kalsium. Nah, jika air suling diseduh ke dalam teh akan menghasilkan rasa yang tawar (plain). Maka itu, gunakan mata air berkualitas, misalnya saja air mineral dan air murni (purified water). Mata air terbaik untuk teh harus netral dalam pH sekitar 7.

Takaran teh

Takaran umum membuat teh dengan teko berukuran sedang dengan menggunakan dua kantong teh. Untuk teko kecil, cukup gunakan satu kantong teh.

Sementara jika menggunakan daun teh (teh tubruk) takar sekitar 1 sendok kecil untuk setiap cangkir. Cara lain yaitu dengan menggunakan timbangan sebanyak 2,5 hingga 2,7 gram teh per 220 ml air, tergantung jenis teh dan preferensi masing-masing.

Perhatikan suhu air

Menyeduh teh tak melulu menggunakan air mendidih. Teh hijau memiliki sifat yang lebih lebih lembut daripada teh hitam, sehingga harus diseduh dengan air bersuhu 75 derajat.

Sementara teh oolong membutuhkan air bersuhu 85 derajat dan teh hitam dengan air bersuhu 90-95 derajat.



Next Post

Penderita ISPA di Batam Meningkat Tajam

Thu Sep 19 , 2019
SumutMerdeka – Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Batam, Kepulauan Riau, meningkat 100 persen pada September 2019. Jumlah ini naik dua kali lipat dibandingkan Agustus 2019. Berdasarkan data di Puskesmas Sekupang, kata Didi, jumlah penderita ISPA sepanjang bulan Agustus sebanyak 200 orang. Jumlah tersebut masih lebih sedikit ketimbang penderita ISPA tanggal […]

Category