Aksi Damai Meminta Presiden Jokowi Membentuk Pengadilan HAM

SumutMerdeka – Ratusan orang berkumpul di seberang Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/9). Sebagian orang beruban, tapi lebih banyak lagi anak muda. Mereka mengenakan pakaian hitam, menenteng poster tuntutan dan memegang payung khas Aksi Kamisan.

Dalam aksi kali ini, orator menyampaikan sederet kasus baru. Bukan saja soal kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu yang masih mangkrak, tapi juga perkara teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, penetapan tersangka pengacara HAM Veronica Koman, hingga indikasi upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


“Hidup korban! Jangan Diam! Lawan!” pekikan Maria Catarina Sumarsih bersahutan dengan para peserta aksi. Ibunda Benardinus Realino Norma Irawan atau Wawan –salah satu korban Tragedi Semanggi I– itu menyampaikan orasi di tengah lingkaran manusia.

Ia meminta pemerintah segera membentuk pengadilan HAM. Berulangnya kekerasan dan pelanggaran HAM, menurut Sumarsih mestinya bisa jadi pelajaran bagi pemerintah agar segera menyelesaikan utang kasus-kasus pelanggaran HAM.

Next Post

Carrie Mengajak Demonstran Berdialog Dengan Pemerintah

Thu Sep 5 , 2019
SumutMerdeka – Pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mengajak para demonstran berdialog dengan pemerintah untuk mengakhiri gelombang unjuk rasa yang sudah memanas sejak tiga bulan lalu. Menurut Carrie, pencabutan pembahasan RUU ekstradisi itu tidak cukup untuk memuaskan warga. Ia pun kembali mengajak masyarakat untuk berdialog demi mencari jalan keluar berbagai keluhan mereka. Ia […]

Category