Penjelsan Edy Rahmayadi Atas Wisata Halal di Danau Toba

SumutMerdeka – Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumatera Utara menjelaskan, wisata halal yang belakangan ini menimbulkan beberapa polemik di tengah masyarakat sumut, khususnya bagi etnis Suku Batak di sekitaran Danau Toba, bukan untuk menghilangkan budaya maupun mengecilkan agama tertentu.

“Ada pihak yang salah menafsirkan, kemudian mendramatisir wisata halal, dan akhirnya menyalahkan. Ini yang menjadi masalah. Masyarakat menjadi salah menanggapinya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, suatu daerah yang menjadi tempat kunjungan wisata bagi para turis, bukan dilihat dari sisi agama yang dianut oleh masyarakat sekitarnya. Melainkan setiap daerah wisata juga harus melihat lebih jauh bagaimana kebutuhan wisatawan di tempat tersebut.

“Kita tidak memandang apa pun itu agamanya. Tetapi kalau ada orang Islam datang ke tempat itu, contoh di Bali, ada makanan di situ, rumah makan halal. Di Thailand yang mayoritas beragama Buddha, tapi di situ ada rumah makan halal,” paparnya.

Konsep wisata yang sedang dibangun memiliki tujuan untuk mengembangkan pariwisata di kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional, tetapi tidak serta merta menghilangkan budaya masyarakat yang sudah turun- temurun dianut oleh masyarakat sekitaran Danau Toba.

“Banyak orang yang tidak memahami. Konsep wisata halal Danau Toba bukan berarti semua rumah makan di sana harus berlabel halal. Ini orang-orang belum mengerti, bahkan sampai ada yang mendramatisir. Itu dia yang menjadikan masalah,” jelasnya.

Next Post

RUU Ekstradisi di Hongkong resmi dicabut

Wed Sep 4 , 2019
SumutMerdeka – RUU Ekstradisi yang digulirkan pemerintah Hong Kong telah memicu demonstrasi berkepanjangan hingga berujung kerusuhan. Untuk meredam protes, Pemimpin Hong Kong Carrie Lam akhirnya secara resmi mencabut RUU Ekstradisi itu. “Pemerintah akan secara resmi mencabut RUU itu untuk sepenuhnya melenyapkan kekhawatiran publik,” kata Lam Rancangan undang-undang ekstradisi memungkinkan orang yang melakukan […]

Category