Solusi Pertamina Atas Tumpahan Minyak

SumutMerdeka – Pertamina sendiri menargetkan penanganan tumpahan minyak akan selesai pada pertengahan Oktober mendatang. 

Salah satu yang membuat penanganan ini memakan waktu lama – nyaris tiga bulan-adalah kesulitan untuk menutup sumber kebocoran.

Cara yang diambil Pertamina adalah melalui pengeboran miring sumur terarah (relief well) yang berfungsi menutup sumur yang bocor. Metode ini dianggap sebagai solusi yang terbaik setelah upaya pengendalian kebocoran dari sumur eksisting gagal dilakukan.

“Sumur eksisting yang sedang bermasalah ini (YYA-1) akan dimatikan dengan cara membuat lubang baru dari jarak aman untuk sampai ke titik yang akan di-intercept (sumbat),” ujar Vice President Relations PHE Ifky Sukarya.

Selain mengatasi kebocoran, Pertamina juga menyatakan akan memberikan ganti rugi kepada warga terdampak yang nantinya akan diverifikasi.

Ifki menyatakan Pertamina masih fokus pada upaya penanganan kebocoran dan warga yang terdampak sehingga belum bisa menyebutkan total kerugian akibat insiden tumpahan minyak tersebut. 

“Kami masih fokus pada upaya penanggulangan dan upaya mematikan sumur (YYA-1),” tuturnya.

Next Post

Insiden Crane Di Arab, Murni Bencana Alam

Mon Sep 2 , 2019
SumutMerdeka – Arab Saudi mencairkan uang senilai US$6,13 juta dolar, atau sekitar Rp85 miliar, bagi puluhan WNI yang menjadi korban tewas dan luka dalam insiden crane yang jatuh di Masjidil Haram, Mekkah, saat pelaksanaan ibadah haji pada 2015 lalu. Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, menuturkan uang santunan itu telah diterima KBRI […]

Category