Ridwan Kamil Memberikan Masukan Kepada Presiden Jokowi Tentang Ibu Kota

SumutMerdeka – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/8) sore. Arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut menyampaikan masukannya terkait realisasi pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke kawasan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. 

“Masukannya, kalkulasinya, luas-luasan yang hasil pengalaman saya sebagai dosen perkotaan, asumsinya terlalu luas. Harus dikaji ulang, jangan sampai menghasilkan kota yang terlalu luas,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Istana Negara.  

Emil mengingatkan, Presiden Jokowi agar tidak membangun kota baru yang kembali berorientasi mobil. Menurutnya, desain perkotaan di masa depan adalah kota-kota yang berorientasi jarak dan fungsi, alias fasilitas publik dan perkantoran yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki. 

“Kantor, rumah, sekolah harus berdekatan, jalan kaki. Kalau kepepet baru public transport, terakhir baru mobil. Jangan dibalik. Jangan mendesain ibu kota baru yang mayoritas untuk mobil, untuk bangunan, tapi kemanusiaan, humanistiknya tidak maksimal,” jelas Emil. 

Next Post

Gojek Indonesia Tidak Ambil Pusing Atas Pernyataan Big Blue Taxi

Wed Aug 28 , 2019
SumutMerdeka –  Go-Jek Indonesia tak ambil pusing dengan pernyataan Pendiri Big Blue Taxi, Shamsubahrin Ismail yang dianggap merendahkan profesi driver taksi online dan Indonesia. Perusahaan rintisan milik Nadiem Makariem tersebut menegaskan bahwa pihaknya fokus untuk memberikan dampak sosial seluas-luasnya. “Fokus kami adalah untuk memberikan dampak sosial seluas-luasnya. Terkait dengan pro dan kontra yang terjadi, pasti ada jalan […]

Category